Jumat, 11 Februari 2011
“sesungguhnya medan berbicara itu tidak semudah medan berkhayal. Medan berbuat tidak semudah medan berbicara. Terkadang sebagian besar orang mudah berangan-angan, namun tidak semua angan-angan yang ada dalam benak mampu diucapkan dengan lisan. Betapa banyak orang yang dapat berbicara, namun sedikit sekali yang sanggup bekerja dengan sungguh-sungguh. Dan dari yang sedikit itu banyak yang sanggup berbuat namun jarang yang mampu menghadapi rintangan-rintangan yang berat dalam jihad...” (Hasal al-Bana).


Dalam lingkaran kami bertemu, berbicara, berdiskusi, saling menasihati, saling menyampaikan problematika maupun kebahagiaan.

Pilihan kami sudah jatuh untuk berada dalam lingkaran kebersamaan (baca: kepanitiaan). Itu artinya, kami harus komit dengan seperangkat aturan, disiplin dan tata kerja yang harus kami tunaikan. Kami terikat dalam lingkaran ini atas dasar ilmu, keyakinan dan pemahaman yang kuat dan istiqomah untuk mewujudkan cita-cita dan harapan kami. Keyakinan kami terikat dalam perjalanan ini adalah akan membuka banyak lahan pahala kebaikan yang menjadi saluran kemampuan dan kontribusi potensi yang kami miliki.

Namun demikian, dalam perjalanan ini kami belajar, bahwa tak semua kawan mesti terikat secara formal dalam perjuangan-kerja di lingkaran kebersamaan. Bukan berarti setiap kawan yang tidak berada dalam lingkaran kebersamaan disini, sebagai pihak yang bersebarangan dengan kami.

Justru dilingkaran inilah, kami memahami kenyataan tidak semua kawan bisa dan harus berada dalam lingkaran kebersamaan ini. Inilah yang kami pahami dari kaidah kebersamaan yang kami petik. Berapa banyak kawan yang pada dasarnya memiliki keinginan yang sama dalam cita-cita dan harapan ini, tapi kawan-kawan tidak bisa berada dalam lingkaran kebersamaan disini. Ada banyak pula kawan yang berada dalam lingkaran kebersamaan kami, tapi ternyata kawan-kawan tidak sungguh-sungguh memahami berjuang-bekerja dalam kepentingan di lingkaran.

Karena hal itu, kami bisa memahami sikap yang diambil atau kondisi yang mengelilingi kawan-kawan kami yang tidak berada dalam kebersamaan kami disini, dalam lingkaran ini. Kami pun harus memelihara husnu dzann, kebaikan-sangka kami, kepada mereka. Kami tetap memelihara silaturahmi, hubungan kerja, dan berbagi informasi-komunikasi yang baik dengan mereka. Menyambung tali-tali harapan mereka dengan kami, untuk mendukung-memperkuat perjuangan-kerja yang kami lakukan disini. Tak ada masalah, mereka akan memberikan ikatannya secara formal di lingkaran ataupun tidak.

Selama kawan-kawan terikat sebagai Alumni Attaqwa Tahun 2001, kami disini teguh dan terus bersemangat merapatkan barisan untuk melakukan semua yang terbaik. Cita-cita dan harapan kami tetap bisa kami bangun dalam optimisme dan kebersamaan. Itulah kenyataan yang kami pahami dalam lingkaran ini.

(bersambung...)


Salam kompak selalu...


Share

1 komentar:

ieBenz / ilung mengatakan...

ane mah jdi gonggo men aja ah, si perunut jaring laba2...

Posting Komentar

Info

ATTAQWA BERDUKA

إنا لله وإنا إليه راجعون

Telah berpulang kerahmatullah
Ibu Ustzh. Hj. Faridah (Anak Tertua Almaghfurlah KH. Noer Alie)
Senin, 2 Mei 2011, Pkl. 17.40
Atas nama Panitia Halal Bihalal & Silatnas IKAA 2011 kami mengucapkan;
“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau dan keluarga yang di tinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.”

Newsflash

blog kami terbuka untuk umum - follow kami dan kirim postingan anda ke email kami : silatnasikaa11@gmail.com

Hari Menuju Silatnas IKAA 47

Pengikut

Shoutmix


ShoutMix chat widget

Pengunjung

wibiya widget

Diberdayakan oleh Blogger.